Kematian

Dunia telah digemparkan oleh pemberitaan dari negeri Moscow ini, di mana seorang bankir tidak menginginkan kematian, dan membuat sebuah perusahan Teknologi untuk melawan kematian, …

… terdapat dua variable teknologi dimana pembekuan otak dan juga pembekuan jantung, pembekuan tersebut dilakukan beberapa dekade, mereka mengibaratkan manusia seperti komputer yang bisa diinstall ulang, dinon-aktifkan dan diaktifkan kembali otak dan jatung kita.

Kronisnya informasi ini ternyata sudah lama terjadi tidak hanya di Negara Rusia tetapi juga di Negara Prancis sudah berlangsung kegiatan ini tapi hari ini sudah dilarang. …

Ditulis oleh: Andira Reoputra, ST

http://sosbud.kompasiana.com/2010/07/02/teknologi-melawan-kematian/

Kematian.

Banyak dari kita merasa kata itu terlalu kasar sehingga lebih nyaman untuk menyebutnya ‘meninggal’. Mungkin indikasi dari sebuah ketakutan. Berhadapan pada situasi ketiadaan, keterpisahan dan kenyataan memasuki kenihilan abadi seorang diri.

Tua.

Napas mulai terengah-engah, jantung mulai melemah, pandangan mulai menyamar. Entah pikiran mengetahui bahwa ini saatnya untuk pergi.

Pada waktu yang telah habis, saatnya memberikan jatah ruang dan waktu kepada insan-insan lain sebelum ruang di bumi penuh.

Ada giliran yang harus diberikan kepada yang lain untuk meneruskan cerita kelangsungan hidup spesies kita di alam. Hukum kontrak dengan alam, untuk bergantian ketika waktu kita telah selesai.

Banyak dongeng menceritakan berbagai keinginan dan usaha manusia untuk menjadi abadi. Tokoh-tokoh legenda pria jahat ingin kekekalan hidup untuk melanjutkan usahanya menguasai dunia, sedangkan wanitanya ingin kecantikan muda yang bertahan selamanya mengikuti keabadian mereka.

Mitos bangsa Cina tentang siklus penampakan bulan yang bercerita mengenai seorang raja yang tidak bisa mati. Ia tetap hidup meski kepalanya telah termakan dan kemudian terbentuk kembali.

Agama-agama menawarkan kehidupan kedua pasca kematian. Kehidupan abadi tanpa ada kematian yang terjadi lagi.

Mengapa kematian begitu menakutkan?

Ada apa dengan kematian sehingga terlalu berat untuk diakui keberadaannya?

Bukankah kehidupan memiliki ketakutannya sendiri?

Ketika badan sudah terlalu tua untuk digerakkan, sedang pikiran masih berharap kekuatan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dan menghapus penyesalan akan penyia-nyiaan waktu, apakah kematian masih lebih menakutkan?

Aku membayangkan diriku berusia 85 tahun atau lebih. Berbaring lemah di sebuah tempat tidur dalam kamar, kaki tidak lagi kuat untuk berjalan, bahkan hanya untuk ke kamar mandi pun juntai. Kedua mataku hanya untuk memandangi enam kali delapan meter persegi luas kamar yang telah menjadi duniaku selama beberapa tahun.

Hidup hanya berarti ‘sisa’, ibarat hanya tinggal menunggu waktu ‘penjemputan’. Itu baru menakutkan.

Ketika kematian itu datang, saat itulah penghargaan mengenai hidupku dimulai.

Aku memasuki dunia sejarah.

Apa yang telah kuperbuat, apa yang kutinggal, kenangan apa yang mereka tangisi tentangku, atau kalimat-kalimat yang tersusun pada eulogi mereka di pemakamanku. Aku membutuhkan itu sebagai bagian dari pengujian mengenai hidupku. Jika aku tidak mati, tidak akan ada momentum untuk melengkapi penghargaan akan aku. Ibarat sebuah lingkaran yang garisnya belum bertemu di satu pangkal, maka kematian yang mempertemukan dua ujung garis itu sehingga ia disebut lingkaran.

Aku membutuhkan kematian agar aku menciptakan kesadaran akan kebutuhan untuk aku menjadi bermakna dalam waktuku, karena kutahu hidupku hanya sementara.

Kematian itu indah (tergantung bagaimana kita membuat jalan menuju kematian tersebut).

Iklan

One Comment to “Kematian”

  1. Hai, salam kenal. Menurut saya dengan adanya kesadaran bahwa suatu saat kelak kita akan mati, kita akan terbebaskan dan mulai menghidup hidup, sehidup-hidupnya 🙂 http://avenk27.wordpress.com/2012/11/05/memento-mori-ingat-suatu-saat-engkau-akan-mati/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: